Cara Membuat Portofolio Menarik (+Contoh Desain)

Portofolio merupakan salah satu hal yang dapat mendukung lamaran pekerjaan seseorang untuk dipertimbangkan.

Selain menunjukkan bukti karya yang dimiliki, cara membuat portofolio yang menarik juga harus diperhatikan oleh pemohon.

Jika Anda ingin melampirkan portofolio tetapi masih bingung cara membuatnya, maka Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

cara membuat portofolio dan contohnya

Cara Membuat Portofolio

Secara garis besar, langkah-langkah dalam membuat portofolio adalah sebagai berikut:

  1. Memilih dan Mengumpulkan Karya
  2. Menentukan Desain Portofolio
  3. Mempersiapkan Konten Teks Portofolio
  4. Menentukan Media Portofolio (Online/Cetak)
  5. Menyiapkan Alat dan Bahan (Cetak)
  6. Menyiapkan Platform (Online)
  7. Membuat Layout Portofolio
  8. Menampilkan Ulasan (Jika Ada)
  9. Meninjau Hasil
  10. Lampirkan Portofolio

Untuk lebih jelasnya simak pembahasannya di bawah ini!

1. Memilih dan Mengumpulkan Karya

pilih karya yang ingin Anda tampilkan

Dalam menyusun portofolio yang ingin dilampirkan, kumpulkan karya-karya yang telah Anda buat, lalu pilih karya terbaik.

Jika Anda bingung memilihnya, Anda bisa menggunakan review dari klien atau kolega Anda, pilih mana yang mendapat komentar terbaik.

Dengan menampilkan karya terbaik Anda, Anda akan terlihat lebih kompeten dan meningkatkan peluang Anda untuk diperhatikan oleh perusahaan.

Idealnya, karya yang dapat Anda masukkan ke dalam portofolio Anda adalah 5 – 10 karya.

2. Tentukan Desain Portofolio

menentukan desain portofolio

Setelah selesai mengumpulkan karya yang ingin ditampilkan, langkah selanjutnya adalah menentukan desain portofolio.

Pada langkah ini, pastikan desain yang Anda pilih adalah desain yang sederhana, mudah dilihat, dan to the point.

Fokus pada pekerjaan Anda, tidak ada yang lain.

3. Siapkan Konten Teks Portofolio

menyiapkan teks dan deskripsi karya portofolio

Dalam menyusun portofolio tentunya Anda membutuhkan sedikit teks pendukung sebagai pengantar atau sebagai deskripsi dari karya yang telah Anda buat.

Siapkan teks-teks ini terlebih dahulu, lalu kelompokkan sesuai dengan karya yang ingin ditampilkan.

Jika sudah disiapkan, akan memudahkan Anda dalam menyusun portofolio di langkah selanjutnya.

4. Tentukan Portofolio Media

tentukan media yang ingin digunakan untuk menampilkan portofolio

Di zaman sekarang ini, banyak hal yang bisa diakses melalui internet. Anda dapat mengambil kesempatan ini untuk membuat portofolio online.

Dengan begitu, orang dapat mengakses portofolio Anda kapan saja dan di mana saja. Anda juga dapat dengan bebas menambah atau mengedit portofolio Anda.

Namun, jika Anda tidak ingin menampilkannya secara online, Anda tetap dapat membuat portofolio dengan cara mencetaknya.

Atau, jika ingin menggunakan keduanya (online dan print) tentu akan menjadi nilai plus saat melamar pekerjaan.

5. Siapkan Alat dan Bahan

Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan

Jika Anda memutuskan untuk membuat portofolio cetak, maka Anda perlu menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.

Tidak perlu peralatan atau bahan yang mahal.

Selama Anda kreatif, Anda dapat menyusun portofolio yang menarik dengan alat dan bahan sederhana.

Misalnya, Anda dapat menggunakan pengikat lepas dengan penutup transparan.

Dengan menggunakan binder lepas, Anda dapat dengan mudah menambah atau mengganti karya yang Anda pajang di portofolio Anda.

Atau, jika tidak ingin menggunakan binder lepas, Anda bisa menggunakan kertas dengan ukuran 8,5 x 11 inci, 11 x 14 inci, atau 14 x 17 inci.

6. Menyiapkan Platform

Jika Anda memutuskan untuk mempresentasikan portofolio Anda secara online, maka Anda harus memutuskan platform yang ingin Anda gunakan.

Sederhananya, Anda dapat menggunakan 2 jenis platform gratis berikut:

Situs web

portofolio menggunakan platform situs web

Jika Anda ingin menggunakan sebuah website, Anda dapat menggunakan beberapa situs penyedia platform web gratis seperti Blogger, WordPress, atau Wix.

Agar terlihat profesional, masing-masing situs tersebut juga menyediakan fitur custom domain yang bisa Anda gunakan.

Media sosial

portofolio dengan platform media sosial seperti Instagram

Jika Anda tidak ingin repot membuat website, Anda juga bisa menggunakan beberapa platform media sosial yang populer dan tentunya gratis.

Salah satu contohnya, Anda bisa menggunakan Instagram untuk memamerkan karya Anda.

Apapun jenis pekerjaannya, bisa kamu tampilkan di profil Instagram kamu, tentunya harus dilengkapi dengan gambar yang menarik.

7. Atur Tata Letak Portofolio

Setelah Anda melakukan langkah-langkah di atas, langkah selanjutnya adalah menjalankannya dengan menyusun layout portofolio Anda.

Susunlah sesuai dengan desain yang Anda tentukan di awal.

Pastikan tata letak terlihat rapi dan buat portofolio Anda sebaik dan semenarik mungkin.

8. Menampilkan Ulasan (Jika Ada)

tampilkan ulasan klien dalam portofolio

Anda juga bisa menambahkan review atau testimoni dari orang lain di setiap karya di portfolio Anda.

Dengan adanya review tentunya akan menambah daya tarik Anda dan meningkatkan kepercayaan orang yang melihat portofolio Anda.

Namun, jika tidak ada ulasan, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk menambahkannya.

9. Meninjau Hasil

Setelah portofolio dibuat, langkah selanjutnya adalah melakukan review.

Periksa seluruh portofolio Anda, pastikan tidak ada kesalahan ejaan atau ejaan.

Dan jika ada bagian yang dirasa kurang, segera perbaiki agar tidak mengurangi tingkat daya tarik portofolio Anda.

10. Lampirkan Portofolio

Langkah terakhir, lampirkan portofolio Anda saat melamar pekerjaan.

Jika online, Anda bisa langsung memberikan link untuk mengakses portofolio Anda.

Dan jika sudah di print bisa dilampirkan bersamaan dengan surat lamaran kerja, CV, dll.

Contoh Portofolio di Berbagai Bidang

Berikut ini adalah beberapa contoh portofolio menarik yang disajikan melalui website.

1. Contoh Portofolio Desainer Produk

contoh portofolio desain produk

2. Contoh Portofolio Programmer (Web)

contoh portofolio programmer dan pengembang web

3. Contoh Portofolio Penulis Buku

contoh portofolio penulis buku

4. Contoh Portofolio Desainer

contoh portofolio desainer


Intinya, portofolio digunakan untuk mendukung lamaran pekerjaan Anda dengan menunjukkan bukti bahwa Anda berkompeten di bidang yang Anda lamar.

Selebihnya, tetap berdoa agar lamaran kerja Anda diterima dan Anda bisa bekerja di posisi yang Anda inginkan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber : https://bocahkampus.com/contoh-portofolio

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *